Skip to content

Violet Vio

March 29, 2009
tags: , ,

“Aku sayang kamu, Vio, selalu dan selamanya.” Hal itu yang selalu menjadi pegangan Vio dalam menjalani kehidupan barunya ini. Dia wanita biasa yang selalu membutuhkan kasih sayang dan kehangatan seseorang yang terkasih. Sayang kali ini dia harus berbagi lagi. Lagi? Ya ya ya… kasihan Vio, kemalangan selalu ada di atas kepalanya untuk masalah yang satu ini. Putaran angin membawanya jatuh, jatuh, dan jatuh ke lubang yang sama.

Vio kuakui wanita yang hebat. Aku selalu tertegun saat Vio berkata padaku “Aku berani menghadapi semuanya, pahit dan sakit sekalipun”. Bukan karena kata2nya, tapi karena makna di dalamnya. Aku lihat ada air mata yang terbendung disana. Seakan menggambarkan luka dalam hati yang terlalu dalam. Dia pasrah, tak berdaya, harapan yang ada untuknya selalu menjadi pisau yang menyayat hatinya. Vio selalu optimis, kadang aku belajar darinya untuk selalu optimis. Apalagi dengan rencana Tuhan untuknya. Kata Vio, “Mo seribu kali pun aku harus ngalamin kesulitan ini, asal ada yang terbaik di akhirnya…mau gak mau aku jalani. Gak semua orang diberi kesempatan merasakan ini.”

Vio tak tahu mengapa otak dan hatinya sering tak sejalan. Dia sering menangis di dalam pelukanku. Dia tak bicara.. Kurasa dia bosan berbicara. Dia hanya diam menutup bibir merahnya. Satu yang pasti, tarikan nafasnya lah yang membuatku yakin betapa penuhnya dada dan pikirannya. Ketika kusapu wajahnya yang pucat itu, ada rahang yang mengeras. Perfect!!! Dia memang sedang hancur. Aku tau, aku mengenalnya hampir 20 tahun dan itu membuat aku tak perlu lagi bertanya “Kenapa Vi?”.

Hei kamu-kamu yang disana. Please, jangan sakiti Vio. Vio itu seperti kaca… bening, bersih, halus, tak berbohong, tak keras… Jangan kau sentuh bila tak bisa menjaganya agar tak pecah… Semakin lama pun dia semakin rentan. Panas dan hujan menempanya tiada henti. Hanya orang yang tepatlah yang bisa menjaga Vio.

Menjadi kedua? Ketiga? Ato pertama sama saja baginya. Dia hanya ingin hidup tenang-dia tak ingin BERBAGI. Sesabar2nya orang di dunia ini pasti tak bisa menerima sesuatu yang seharusnya menjadi haknya seutuhnya hanya setengah saja. Termasuk Vio. Cukuuppppp…. aku yang takmengalaminya pun gak kuat…. Vio, kau terima di caci, kau terima di gunjing, kau terima di pojokan, kau biarkan hatimu pelan2 mati rasa, kau lakukan segalanya untuknya, kau rela tidur dan bangunmu penuh dengan kegelisahan Cuma dan hanya karena dia. Dia yang amat kau sayangi…sayangi…. dan sayangi….

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: